Berikut Beberapa Teknologi Modern Yang Dinilai Paling Gagal, Simak!

Era tahun 2000 ke atas memang sangat berbanding terbalik dengan era tahun 2000 ke bawah, bagaimana tidak. Perkembangan teknologi seakan melesat sangat cepat contohnya saja saat ini cara cek kartu keluarga online, tidak seperti dulu harus mengecek lewat kertas. Selain itu berbelanja tidak perlu kepasar, melainkan secara online. Jika dibahas satu persatu, maka kemajuan teknologi sudah tidak terbendung lagi.


Tentunya hal itu memiliki sisi positif dan negatif, maka dari itu kali ini kami akan membahas seputar beberapa teknologi modern yang dinilai paling gagal. Simak berikut.

1. Google Glass
Jika mendengar nama Google, tentu siapa yang tidak tahu, di mana Google merupakan mesin pencarian terbesar di dunia. Namun berbeda dengan Google Glass yang memiliki citra tidak sebaik Google itu sendiri. Pada April 2012, Google Glass digadang-gadang akan menjadi game-charger di industri teknologi. Google Glass merupakan kacamata canggih dengan tenaga Android yang mampu mengakses internet, peta, kalender, kamera dsb.

Sebenarnuya Google Glass tidak terlalu gagal dalam segi fungsi, hanya saja harga Google Glass yang sangat mahal. Harga dari Google Glass mencapai US$ 1,500 di mana faktor lain yang membuat Google Glass gagal adalah tidak mampu menggantikan smartphone.

2. MoviePass
Teknologi berikutnya yakni MoviePass, di mana teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk menonton film di bioskop setiap hari dengan sistem berlanggan per bulan. Jika dipikir-pikir, MoviePass dapat menguntungkan para penggunanya, namun sebaliknya. MoviePass justru membuat rugi AMC. Disebabkan karena kontrak atau kerja sama yang dihentikan sepihak oleh beberapa pihak bioskop, dari situlah MoviePass kehilangan para penggunanya. Yang lebih parahnya MoviePass memutuskan untuk tutup pada September 2019 lalu. Bagaimana menurutmu?

3. Quibi
Teknologi ini masih berhubungan dengan industri hiburan yang sama dengan MoviePass, di mana Quibi juga mengalami kegagalan yang sama. Kamu tentu sangat asing jika mendengar Quibi, di mana Quibi adalah layanan steraming yang disajikan pada perangkat mobile dengan menyediakan berbagai konten video dengan durasi yang pendek yaitu hanya sekitar 7 menit saja.

Quibi sendiri mulai muncul pada April 2020 lalu, tetapi Quibi mengalami kendala operasional yang cenderung lama penanganannya. Selain itu jumlah penonton tidak sesuai dengan prediksi awal ketika Quibi dibuat, maka dari itu akhirnya Quibi memutuskan untuk tutup setelah enam bulan perilisan. Waktu dari teknologi ini memang sangat singkat dibandingkan dengan teknologi lainnya, padahal Quibi cukup modern.

4. Amazon Fire Phone
Berijkutnya ada Amazon Fire Phone, di mana teknologi ini juga tak kalah canggih dari teknologi gagal sebelumnya. Amazon Fire Phone sendiri rilis pada Juni 2014 Silam, di mana tahun tersebut merupakan tahun awal di mana semua teknologi mulai menampakkan dirinya. Amazon sendiri disukai oleh banyak orang, maka dari itu Fire Phone memiliki peluang yang besar untuk menarik calon pengguna. Tetapi ternyata prediksi tersebut meleset, di mana inovasi yang mereka tawarkan seolah menjadi boomerang bagi mereka.

Fire Phone menerima banyak kritik yang disebabkan karena inovasi yang ditawarkan mirip UI 3D. di mana UI 3D hanya dianggap sebagai gimmick. Selain itu apilikasi dari Fire Pone tidak sebanyak Android ataupun IOS. Setelah 1 tahun perilisan Fire Phone, akhirnya pihak Fire Phone memutuskan untuk tutup pada Agustus 2015.

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan seputar beberapa teknologi canggih yang berakhir dengan kegagalan.